Ketrampilan Dasar Mengajar
A.
Menyusun
Skenario
1.
Pengertian
Keterampilan Menyusun
Skenario Pembelajaran dimaksudkan adalah keterampilan dalammenyusun tahap/langkah-langkah kegiatan
pembelajaran, (Pendahuluan,
Penyajian (lnti),serta Penutup
dan Tindak Lanjut), uraian
kegiatan pembeiajaran yanq akandilakukan,memilih media
dan alat yang
akan digunakan penqaiar maupunpeserta
didik. Sertamenentukan estimasi
waktu, dalam rangka memfasilitasi peserta didik agar
mendapatkankemudahan dalam proses belajarnya.
2.
Tujuan
dari penyusunan scenario pembelajaran sebagai berikut:
a.
Memberikan
pedoman tentang tahap/langkah-langkah urutan kegiatan pembelajaran
b.
Memberikan panduan
tentang uraian kegiatan-kegiatan pembelajaran
yang akan dilakukan baik oleh
pengajar maupun peserta didik
c. Memberikan pandLran
tentang strategi, teknik,
metode, media dan
alat yanq akan digunaka nselama
proses pembelajaran
3.
Berikut
beberapa komponen penyusunan scenario pembelajaran:
a) Menetapkan
tahap/langkah-langkah urutan kegiatan pembelajaran
b) Menetapkan
kegiatan-kegiatan
pembelajaran yang akan
dilakukan baik oteh pengajar maupun peserta didik
c) Memilih metode dan strategiyang tepat
d) Membuat
rencana proses pembelajaran
e)
Mengelola kelas agar
kelas dinamis, aktif interaktif, dan partisipatif. Ditambah
dengan"Pembelajaran Aktf, Kolaboratif, lnovatif, Kreatif, Efektif,
menyenangkan'(PAKIKEN,4).Sebagaimana
diusulkan dalam masukan Uji
publik Rancangan Kurikulum 2013(Oleh TimPengkaji Kurikulum 2013 UNY).
f)
Mengorganlsasi kelas secara klasikal, individu, maupun kelompok.
g)
Menetapkan estimasi penggunaan waktu pada setiap kegiatan pembelajaran.
h)
Memberi konsultasi kepada peserta didik (peran pengajar sebagai fasilitator)
4.
Prinsip-prinsip
penggunaan ketrampilan menyusun scenario sebagai berikut:
a. Sesuaidengan
kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik
b. Sesuai dengan
jenis materi pembelajaranapakah: fakta
konsep prinsip atau prosedur(Reigeluth,
1987)
c. Sesuai
dengan kondisi kelas atau sekolah menyangkut sarana dan prasarana yang tersedia
d.
Sesuai dengan kemampuan pengajar
B.
Mengelola
Kelas
1.
Pengertian
(Depdikbud,
1985) keterampilan mengelola kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan
dan memelihara kondisi belajar yang optimal, dan keterampilan untuk
mengembalikan kondisi belajar yang optimal, apabila terdapat gangguan dalam
proses belajar baik yang bersifat gangguan kecil dan sementara maupun gangguan
yang berkelanjutan.
2.
Tujuan
Menurut
(Usman, 2002) pengelolaan kelas mempunyai
dua tujuan yaitu tujuan umum dan tujuan khusus.
a.
Tujuan
umum pengelolaan kelas adalah menyediakan dan menggunakan fasilitas belajar
untuk bermacam-macam kegiatan belajar mengajar agar mencapai hasil yang baik.
b.
Tujuan
khususnya adalah mengembangkan kemampuan siswa dalam menggunakan alat-alat
belajar, menyediakan kondisi-kondisi yang memungkinkan siswa bekerja dan
belajar, serta membantu siswa untuk memperoleh hasil yang diharapkan.
3.
Komponen-komponen
ketrampilan mengelola kelas sebagai berikut:
Menurut
( Wardani, 2005) komponen keterampilan mengelola kelas meliputi:
a. Keterampilan
yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang
optimal.
b. Keterampilan
yang berhubungan dengan pengendalian kondisi belajar yang optimal.
4.
Prinsip-prinsip
pengelolaan kelas yang dikemukakan oleh (Usman, 2013) adalah sebagai berikut:
-
Kehangatan
dan keantusiasan
-
Tantangan
-
Bervariasi
-
Keluwesan
-
Penekanan
pada hal-hal yang positif
-
Penanaman
disiplin diri
C.
Membuka
Pembelajaran
1.
Pengertian
Menurut
Sardiman, keterampilan membuka pelajaran adalah “seberapa jauh kemampuan guru
dalam memulai interaksi belajar mengajar untuk suatu jam pelajaran tertentu
(Sardiman A.M, 2011:211). Menurut Wina Sanjaya, membuka pelajaran atau set
induction adalah “usaha yang dilakukan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran
untuk menciptakan prakondisi bagi siswa agar mental maupun perhatian terpusat
pada pengalaman belajar yang disajikan (Sanjaya,2006:171).
2.
Tujuan
membuka pelajaran adalah agar proses dan hasil belajar dapat tercapai secara
efektif dan efisien. Efektivitas proses dapat dikenali dari ketepatan
langkah-langkah belajar peserta didik,sehingga didapatkan efisiensi belajar
yang maksimal.
3.
Komponen
keterampilan membuka pelajaran meliputi:
a) Menarik perhatian peserta didik
b) Menimbulkan motivasi
Menimbulkan
motivasi diharapkan mampu membuat peserta didik bersemangat dan antusias, menimbulkan rasa ingin tahu, mengemukakan
ide yang bertentangan dan memperhatikan dan memanfaatkan hal-hal yang menjadi
perhatian peserta didik
c) Memberi
acuan melalui berbagai usaha
Memberikan acuan melalui berbagai usaha seperti mengemukakan kompetensi dasar, indikator belajar, dan batas-batas tugas, Memberi petunjuk atau saran tentang langkah-langkah kegiatan.
d) Mengajukan pertanyaan pengarahan
e) Membuat
kaitan atau hubungan di antara materi-materi yang akan dipelajari
4. Prinsip-Prinsip Membuka Pelajaran terdiri
dari :
a.
Prinsip
Bermakna
b.
Kontinu
(Berkesinambungan)
c.
Fleksibel
(Penggunaan secara luwes)
d.
Antusiasme
dan Kehangatan dalam Mengkomunikasikan Gagasan
D.
Menjelaskan
Pembelajaran
1.
Pengertian
Saud
(2009: 59) mengatakan bahwa keterampilan menjelaskan pembelajaran ialah
keterampilan menyajikan informasi secara lisan yang diorganisasi secara
sistematis untuk menunjukkan adanya hubungan antara satu bagian dengan bagian
yang lainnya, misalnya antar sebab dan akibat, definisi dengan contoh atau
dengan sesuatu yang belum diketahui. Penyampaian informasi yang terencana
dengan baik dan disajikan dengan urutan yang cocok, merupakan ciri utama
kegiatan menjelaskan. Saud (2009: 59) juga mengatakan bahwa pemberian
penjelasan merupakan suatu aspek yang sangat penting dalam kegiatan seorang
guru, Interaksi di dalam kelas cenderung dipenuhi oleh kegiatan pembicaraan,
baik oleh guru dan peserta didik maupun antara peserta didik dengan peserta
didik.
2.
Tujuan
dari ketrampilan menjelaskan pembelajaran adalah guru tidak hanya mengajarkan
pengetahuan tentang sesuatu, tetapi sekaligus melatih peserta didik dalam
proses dan teknik berfikir. Isi penjelasan terkait dengan perencanaan, dan
pelaksanaan.
3.
Komponen-komponen
keterampilan dasar mengajar berupa keterampilan menjelaskan adalah sebagai
berikut:
a.
Komponen
merencanakan
Penjelasan
seorang guru akan dapat mudah dimengerti oleh peserta didik bila sudah
direncanakan dengan baik, terutama yang berkenaan dengan isi pesan dan penerima
pesan. Dua hal tersebut sangat menentukan apakah penjelasan guru tepat sasaran
atau tidak.Isi pesan (materi) dapat direncanakan dengan cara membuat analisis
masalah secara keseluruhan, mengenali lebih detil jenis hubungan yang ada
antara unsur-unsur yang dibicarakan dengan tujuan pembelajaran. Selain isi
pesan yang direncanakan, faktor penting dalam keterampilan menjelaskan adalah
penerima pesan. Merencanakan suatu penjelasan harus mempertimbangkan penerima
pesan. Penjelasan yang disampaikan tersebut sangat bergantung pada kesiapan
peserta didik yang mendengarkannya.
b. Penyajian
suatu penjelasan dapat ditingkatkan hasilnya dengan memperhatikan kejelasan,
penggunaan contoh dan ilustrasi, pemberian tekanan, dan penggunaan balikan.
4.
Prinsip-prinsip menjelaskan terdiri dari :
1) Penjelasan harus disesuaikan dengan kemampuan dan karakteristik peserta didik
2) Pertanyaan harus diselingi tanya jawab
3) Materi penjelasan harus dikuasai secara baik
oleh guru
4) Penjelasan harus sesuai dengan tujuan
pembelajaran
5) Materi penjelasan harus bermanfaat dan
bermakna bagi peserta didik
6) Dapat menjelaskan harus disertai dengan contoh-contoh
yang kongkrit dan dihubungkan dengan kehidupan
E.
Memberikan
Penguatan
1.
Pengertian
Penguatan
(Reinforcement) adalah segala bentuk respons, apakah bersifat verbal ataupun
non verbal, yang merupakan bagian dari modifikasi tingkah laku guru terhadap
tingkah laku siswa, yang bertujuan memberikan informasi atau umpan balik bagi
si penerima atas perbuatannya sebagai suatu dorongan atau koreksi. Penguatan
juga merupakan respon terhadap suatu tingkah laku yang dapat meningkatkan
kemungkinan berulangnya kembali tingkah laku tersebut.
2.
Tujuan
penggunaan keterampilan memberi penguatan :
a.
Menimbulkan
perhatian peserta didik
b. Membangkitkan motivasi belajar peserta didik
c. Menumbuhkan kemampuan berinisiatif secara
pribadi
d. Merangsang peserta didik berfikir yang baik
e. Mengembalikan dan mengubah sikap negative
peserta dalam belajar kearah perilaku yang mendukung belajar
3.
Ada dua jenis komponen pada ketrampilan penguatan berupa penguatan verbal dan
penguatan non verbal:
a. Penguatan
verbal, diungkapkan atau diutarakan dengan menggunakan kata-kata, pujian,
penghargan, persetujuan dan sebagainya, misalnya; bagus sekali, betul, pintar,
saya senang dan sebagainya.
b.
Penguatan
non-verbal, berupa mimik dan gerakan tubuh. Berupa mimik dan gerakan tangan
dengan pendekatan, dan menggunakan sentuhan digosok-gosok punggungnya.
Menggunakan simbol atau benda, seperti anak disuruh mengerjakan PR di papan
tulis, kemudian diberikan tanda betul (Zainal Asril,2011: 79).
4. Prinsip-prinsip penguatan, sebagai berikut:
a. Dilakukan dengan hangat dan semangat
b. Memberikan kesan positif kepada peserta didik
c. Berdampak terhadap perilaku positif
d. Dapat bersifat pribadi atau kelompok
e. Hindari penggunaan respon negatif
F.
Menggunakan
Media dan Alat Pembelajaran
1.
Pengertian
Menurut Udin
Syaefudin Saud (2010), media pembelajaran adalah sarana
pembelajaran yang digunakan
sebagai perantara dalam proses
pembelajaran untuk mempertinggi efektifitas dan efisiensi dalam mencapai tujuan pembelajaran. Dari pendapat tersebut dapat dipahami bahwa
penggunaan media pembelajaran dapat disesuaikan dengan materi yang akan
disampaikan oleh guru. Media
pembelajaran sangat membantu
guru dalam kegiatan belajar mengajar karena pesan
yang disampaikan akan
lebih mudah diterima
oleh siswa melalui media pembalajaran.
2.
Menurut
Udin Syaefudin Saud (2010), tujuan keterampilan menggunakan media
pembelajaran yaitu:
-
Memperjelas
penyajian pesan agar tidak terlalu verbalistis.
-
Mengatasi
keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera.
-
Memperlancar
jalannya proses pembelajaran.
-
Menimbulkan
kegairahan belajar.
-
Memberi kesempatan
kepada siswa untuk
berinteraksi langsung dengan lingkungan dan kenyataan.
-
Memberi kesempatan
pada siswa untuk belajar
secara mandiri sesuai
dengan kemampuan dan minatnya.
3.
Komponen-komponen
media pembelajaran sebagai berikut:
a. Media
audio, yaitu media yang digunakan sebagai alat bantu pembelajaran yang
mempunyai sifat dapat didengarkan oleh siswa, seperti radio.
b.
Media visual, yaitu media yang digunakan sebagai alat bantu dalam pembelajaran
yang mempunyai sifat dapat dilihat oleh siswa, seperti peta.
c.
Media audio visual, yaitu media yang digunakan sebagai alat bantu dalam
pembelajaran yang mempunyai sifat dapat dilihat dan didengar oleh siswa,
seperti TV Edukasi.
4. Prinsip-prinsip menggunakan media atau alat
pembelajaran:
a. Tepat guna, artinya media pembelajaran yang digunakan sesuai dengan kompetensi dasar.
b. Berdaya guna, artinya media pembelajaran yang digunakan mampu meningkatkan motivasi siswa
c. Bervariasi, artinya media pembelajaran yang digunakan mampu mendorong sikap aktif siswa dalam belajar
G.
Pembelajaran
Daring 1. Pengertian
Sistem
pembelajaran daring (dalam jaringan) merupakan sistem pembelajaran tanpa tatap
muka secara langsung antara guru dan siswa tetapi dilakukan melalui online yang
menggunakan jaringan internet. Guru harus memastikan kegiatan belajar mengajar
tetap berjalan, meskipun siswa berada di rumah.
2.
Tujuan
Pembelajaran daring adalah memudahkan komunikasi penyampaian materi ajar dalam
bidang pendidikan yang dilakukan jarak jauh. Tujuan pembelajaran daring umumnya
diperuntukkan untuk metode ajar yang tidak tatap muka.
3.
Komponen
Pembelajaran daring:
a.
Strategi
Pembelajaran, seperti kolaborasi, refleksi, permainan, peran, eksplorasi, dan
lain-lain.
b.
Model
Pendidikan, seperti pendidikan terbuka, fleksibel, terdistribusi, dan
lain-lain.
c.
Teknologi
pembelajaran, seperti perangkat komunikasi, perangkat multimedia, course
management system, asynchronous dan synchronous, dan lain-lain.
4.
Prinsip-prinsip
pembelajaran daring tersebut diterapkan dalam lima aspek pembelajaran daring,
yaitu perancangan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, strategi pengantaran/penyampaian,
media dan teknologi pembelajaran, serta layanan bantuan belajar. Kelima aspek
tersebut saling mempengaruhi satu sama lain, sehingga tidak ada aspek yang dapat
dihilangkan untuk menjalankan proses pembelajaran daring.
H.
Mengadakan
Variasi
1.
Pengertian
Udin
dan Winataputra (2000:745) mengatakan bahwa variasi adalah keanekaan yang
membuat sesuatu tidak monoton. Variasi dapat berwujud perubahan-perubahan atau
perbedaan-perbedaan yang sengaja dibuat untuk memberikan kesan unik.
Keterampilan menE.ggunakan variasi merupakan keterampilan guru dalam
menggunakan bermacam kemmapuan dalam mengajar untuk memberikan rangsangan
kepada peserta didik agar suasana pembelajaran selalu menarik, sehingga peserta
didik bergairah dan antusius dalam menerima pembelajaran dan aktivitas belajar
mengajar dapat berlangsung secara efektif.
2. Tujuan penggunaan variasi dalam proses
belajar mengajar :
a. Menghilangkan kejemuan dalammengikuti proses
belajar
b. Mempertahankan kondisi optimal belajar
c. Meningkatkan perhatian dan motivasi peserta
didik
d. Memudahkan pencapaian tujuan pengajaran
3. Terdapat tiga komponen variasi mengajar
yakni:
a) Variasi gaya mengajar seperti variasi suara, kontak pandang, pemusata perhatian, kesenyapan, mimik dan gerak, dan pergatian posisi dalam kelas.
b) Variasi penggunaan media dan bahan ajar. Variasi penggunaan alat antara lain adalah variasi alat atau bahan yang dapat dilihat (visual aids), variasi alat atau bahan yang dapat didengar (auditif aids), variasi alat atau bahan yang dapat diraba (motorik), dan variasi alat atau bahan yang dapat didengar, dilihat dan diraba (audio visual aids).
c) Variasi pola interaksi. Penggunaan variasi pola interaksi dimaksudkan agar tidak menimbulkan kebosanan, kejemuan, serta untuk menghidupkan suasana kelas demi keberhasilan peserta didik dalam mencapai tujuan.
4.
Prinsip-prinsip penggunaan variasi
dalam pengajaran
a. Gunakan variasi dengan wajar jangan
dibuat-buat
b. Perubahan satu jenis variasi ke variasi
lainnya harus efektif
c. Penggunaan variasi harus direncanakan dan
sesuai dengan bahan, metode, dan karakteristik peserta
I.
Membimbing
Diskusi atau Aktivitas Pembelajaran lainnya
1.
Pengertian
Keterampilan
membimbing diskusi kelompok kecil adalah salah satu cara yang dapat dilakukan
untuk memfasilitasi sistem pembelajaran yang dibutuhkan oleh siswa secara
kelompok. Untuk itu keterampialan guru harus dilatih dan dikembangkan, sehingga
para guru memiliki kemampuan untuk melayani siswa dalam melakukan kegiatan
pembelajaran kelompok kecil.
2.
Tujuan
guru mengembangkan keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan
a. Keterampilan dalam pendekatan pribadi
b. Keterampilan dalam mengorganisasi
c. Keterampilan dalam membimbing belajar
d. Keterampilan dalam merencanakan dan
melaksanakan KBM
3. Ada beberapa komponen yang perlu
diperhatikan dalam diskusi kelompok kecil:
(a) Memusatkan
perhatian peserta didik pada tujuan dan topik diskusi
(b) Menjelaskan gagasan
peserta didik dengan memberikan informasi yang jelas
(c) Menganalisis
pendapat peserta didik dengan dasar yang kuat
(d) Meluruskan alur
peserta didik dengan memberikan contoh verbal dan memberikan waktu berfikir
(e) Memberikan
kesempatan untuk berpartisipasi dalam diskusi
(f) Menutup diskusi,
membuat rangkuman hasil diskusi, menindaklanjuti hasil diskusi dan menilai
hasil diskusi (Zainal Asril,2011:80).
4. Prinsip-prinsip membimbing diskusi:
a. Diskusi hendaknya berlangsung dalam
”iklim terbuka". Hal ini ditandai dengan adanya keantusiasan
berpartisipasi, kehangatan hubungan
antar pribadi, kesediaan menerima, dan mengenal lebih jauh topik diskusi, dan
menghargai pendapat orang Iain. Dengan
demikian semua anggota kelompok mempunyai keinginan untuk mengenal dam dihargai,
dapat merasa aman dan bebas mengemukakan pendapat.
b. Perlu perencanaan dan persiapan yang
matang, meliputi:
1) topik yang dipilih
hendaknya sesuai dengan tujuan Yang akan dicapai, minat, dan kemampuan siswa.
2) masalah hendaknya
mengandung jawaban yang kompleks, bukan jawaban tunggal.
3) adanya informasi
pendahuluan yang berhubungan dengan topik tersebut agar para siswa memiliki
latar belakang pengetahuan yang sama.
4) guru harus
benar-benar siap dengan sumber informasi sebagai motivator sehingga mampu
memberikan penjelasan dan mengerjakan pertanyaan-pertanyaan yang dapat
memotivasi siswa.
J.
Bertanya-jawab
atau bertanya dasar-lanjutan
1.
Pengertian
Bertanya
merupakan suatu unsur yang selalu ada dalam proses komunikasi pembelajaran.
Keterampilan bertanya merupakan ucapan atau pertanyaan yang dilontarkan guru
sebagai stimulus untuk memunculkan atau menumbuhkan jawaban (respon) dari
peserta didik.
2.
Tujuan
keterampilan bertanya
a.
Memotivasi
peserta didik agar terlibat aktif dalam proses pembelajaran
b.
Melatih
kemampuan mengutarakan pendapat
c.
Merangsang dan
meningkatkan kemampuan berfikir peserta didik
d.
Melatih
peserta didik berfikir divergen
e.
Menumbuhkan
kebiasaan menghargai pendapat orang lain.
f.
Menumbuhkan
sikap kreatif pada peserta didik
g.
Mencapai
tujuan pembelajaran
3.
Komponen-komponen
ketrampilan bertanya dasar sebagai berikut:
a.
Penggunaan
pertanyaan secara singkat dan jelas
b.
Pemberian
acuan
c.
Pemindahan
giliran
d.
Penyebaran
e.
Pemberian
waktu berfikir
f.
Pemberian
tuntunan
Komponen-komponen ketrampilan bertanya lanjutan sebagai berikut: a. Pengubahan tuntunan tingkat kognitif dalam menjawab pertanyaan
b. Pengaturan urutan pertanyaan
c. Penggunaan pertanyaan pelacak
d. Peningkatan terjadinya interaksi
4.
Prinsip-prinsip
Keterampilan Bertanya
Menurut
Moh. Uzer Usman (2006:75) dalam buku
Menjadi Guru Profesional terbitan Remaja Rosda Karya , dasar-dasar pertanyaan yang baik yang harus diperhatikan,
diantaranya:
a. Jelas dan mudah untuk dimengerti.
b. Diberikan informasi yang cukup untuk menjawab
pertanyaan.
c. Difokuskan pada suatu masalah atau tugas
tertentu.
d. Membagi pertanyaan secara merata.
e. Memberikan
respon yang ramah
dan menyenangkan sehingga
timbul keberanian siswa untuk menjawab atau bertanya.
f. Menuntun siswa agar dapat menemukan jawaban
yang benar.
g. Berikan
waktu yang cukup
kepada siswa untuk
berpikir sebelum menjawab
pertanyaan.
K.
Mengevaluasi
dan Merefleksi
1.
Pengertian
Evaluasi
adalah suatu alat untuk menentukan apakah tujuan pendidikan dan apakah proses
dalam pengembangan ilmu telah berada di jalan yang diharapkan. Seorang pendidik
harus mengetahui dan memahami sejauh mana keberhasilan dalam pengajaran yang
telah dilakukan, untuk memperbaiki serta mengarahkan pelaksanaan proses belajar
mengajar, dan untuk memperoleh keputusan tersebut maka diperlukanlah sebuah
proses evaluasi dalam pembelajaran atau yang disebut juga dengan evaluasi
pembelajaran. Evaluasi pembelajaran adalah evaluasi terhadap proses belajar mengajar.
2.
Tujuan
Mengevaluasi atau merefleksi:
a) Memperoleh
data pembuktian yang akan menjadi petunjuk sampai di mana tingkat
kemampuan
dan tingkat keberhasilan peserta didik dalam pencapaian tujuan-tujuan kurikuler
setelah menempuh proses pembelajaran dalam jangka waktu yang telah ditentukan.
b) Mengukur dan menilai sampai di manakah efektifitas mengajar dan metode-metode mengajar yang telah diterapkan atau dilaksanakan oleh pendidik, serta kegiatan belajar yang dilaksanakan oleh peserta.
3.
Komponen
dalam evaluasi pembelajaran sebagai berikut:
a.
Menyusun
rencana hasil evaluasi belajar peserta didik
b.
Menentukan
frekuensi dari kegiatan evaluasi hasil belajar itu sendiri.
c.
Menghimpun
data
d.
Melakukan
verifikasi data
e.
Mengolah
dan menganalisis data
f.
Memberikan
interpretasi dan menarik kesimpulan
g.
Tindak
lanjut hasil evaluasi
4.
Prinsip-prinsip
evaluasi pembelajaran:
a.
Sahih
b.
Objektif
c.
Adil
d.
Terpadu
e.
Terbuka
f.
Menyeluruh
dan berkesinambungan
g.
Sistematis
h.
Beracuan
kriteria
i.
Akuntabel
L.
Menutup
Pembelajaran 1. Pengertian Menutup pelajaran (closure) adalah
kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mengakhiri
pelajaran atau kegiatan belajar mengajar. Usaha menutup pelajaran itu dimaksudkan untuk memberi gambaran menyeluruh
tentang apa yang telah dipelajari oleh siswa,
mengetahui tingkat pencapaian siswa dan tingkat keberhasilan dalam proses
belajar mengajar ( Zainal Asril,
2010:82).
2.
Keterampilan
dasar mengajar menutup pelajaran memiliki tujuan untuk:
a.
Mengetahui
tingkat keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran.
b.
Mengetahui tingkat keberhasilan guru dalam
membelajarkan pada siswa.
c.
Membantu
siswa untuk mengetahui hubungan antara pengalaman pengalaman yang telah di kuasainya dalam hal hal yang baru
saja
3.
Komponen
keterampilan menutup pelajaran meliputi:
a. Meninjau
kembali penguasaan inti pelajaran dengan merangkum inti pelajaran
b. Mengevaluasi
4.
Prinsip
prinsip menutup pelajaran sebagai berikut:
a.
Usaha
untuk menarik perhatian siswa atau memotivasi siswa harus sesuai dengan isi dan
tujuan pelajaran. Cerita sinkat atau lawakan yang tidak ada hubunganya dengan
pelajaran hendaknya dihindarkan.
b. Berurutan
dan berkesinambungan. Kegiatan ini dilakukan oleh guru dalam memperkenalkan
atau merangkum kembali pelajaran sebagai bagian dari kesatuan yang utuh.
Perwujudan prinsip berurutan dan berkesinambungan ini memerlukan adanya suatu
susunan bahan pelajaran yang tepat, sesuai dengan minat siswa, ada kaitan logis
antara satu bagian dengan lainnya, sehingga dapat disusun rantai kognisi yang
jelas dan tepat.

Saya Ahmad Fathan H.S ijin mengomentari blog yang mbak Ravena buat, setelah saya membaca sekilas dan melihat isi blognya lumayan komplit dan bagus dalam pemaparan 12 KDM. Mulai dari penyusunan skenario hingga menutup pelajaran disitu dijelaskan pengertiannya, tujuannya, dan juga prinsip-prinsipnya. untuk kelebihannya dari awal buka blog terlihat sangat bagus terlihat ada gambar yang sangat bagus dan menggugah minat baca, untuk kekurangannya ada beberapa KDM yang penjelasannya tidak terlalu detail tetapi sudah cukup baik. Dari komentar saya ini saya akan memberi nilai 3 untuk blog yang mbak Ravena buat.
BalasHapus
BalasHapusMenurut saya nilai yang akan diberikan adalah 3.
Karena materi yang diberikan sudah mencangkup bagian bagian penting dan juga bahasa yang digunakan sangat mudah untuk dipahami, pemaparan KDM yang dijelaskan juga sangat rinci yang meliputi pengertian tujuan prinsip dll